Deretan Fakta Menarik di Balik Proklamasi Kemerdekaan RI



Setiap tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekannya. Tentu momen kemerdekaan menjadi peristiwa yang bersejarah bagi Indonesia. Kemerdekaan Indonesia merupakan buah manis dari jerih payah para pahlawan agar bangsa ini lepas dari belenggu penjajah.

Besok kita akan merayakan ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-77 tahun! Yeay! Sobat Treasury, bicara tentang HUT RI, ada fun fact seputar proklamasi kemerdekaan. Seperti apa? Yuk, simak lengkapnya di bawah ini!

 

Teks Asli Proklamasi Sempat Dibuang ke Tempat Sampah

Teks proklamasi dibacakan presiden pertama Indonesia, Soekarno, di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00. Soekarno menulis teks proklamasi dengan tulisan tangan dan menyerahkannya kepada Sayuti Melik untuk diketik.

Yang menarik, naskah tersebut sempat berakhir di tempat sampah. Sayuti Melik—pengetik teks proklamasi—membuang naskah tulisan tangan Soekarno ke tempat sampah. Naskah yang dibuang ini akhirnya dipungut oleh seorang wartawan, B. M. Diah. Dia merupakan wartawan yang ikut menyaksikan pembuatan teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda pada 16 Agustus 1945.

Diah menyimpan naskah tersebut dengan baik selama 46 tahun 9 bulan dan 19 hari. Pada 1955, dia menyerahkan naskah tersebut kepada Presiden Soeharto pada 1995 untuk menjadi arsip sejarah.

 

Soekarno Sakit Malaria

Fakta menarik berikutnya adalah Soekarno yang sakit malaria saat membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ini bermula ketika dia tidak enak badan pada Kamis 16 Agustus 1945 saat membahas teks proklamasi. Suhu badannya panas tinggi. Saat diperiksa dokter, ternyata Soekarno terkena gejala malaria.

Namun, dia tidak peduli dan begadang sampai pagi. Lalu, Jumat pagi, dia masih tidur di kamarnya. Padahal, proklamasi akan dibacakan pada pukul 10.00. Dokter pribadinya membangunkan Soekarno dan memberikannya obat pil anti malaria. Rupanya, ini bukan yang kali pertama Soekarno terkena malaria. Dia juga pernah sakit serupa ketika dibuang di Ende.

 

Perlengkapan Upacara Bendera Seadanya

Acara pembacaan teks proklamasi pun digelar secara sederahana. Tiang bendera merupakan bambu yang sudah disiapkan sebelum acaranya dimulai. Kemudian, kain bendera didapatkan dari pasukan Jepang, yaitu Chairul Basri. Kala itu, dia sedang berada di kantor Jawa Hokokai. Sekadar informasi, bendera yang digunakan untuk upacara adalah bendera yang dijahit oleh Fatmawati.

 

Suara Pembacaan Teks Proklamasi Direkam Ulang

Rekaman yang kita dengar selama ini, Sobat Treasury, ternyata merupakan rekaman ulang. Saat proklamasi kemerdekaan dibacakan pertama kalinya, teknologi belum canggih. Makanya tidak bisa merekam video dengan suara. Rekaman pembacaan teks proklamasi ini dilakukan di studio RRI pada 1951.Sekadar informasi, penyebaran berita kemerdekaan Indonesia pun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi oleh Adam Malik. Dia menggunakan perangkat yang dimiliki oleh kantor berita Domei.

 

Dokumentasi Nyaris Disita Jepang

Karena bersejarah, momen proklamasi kemerdekaan Indonesia didokumentasikan. Nyaris saja hasil dokumentasi itu disita oleh Jepang. Beruntung, sang fotografer, Frans Mendur, “menanam” hasil rekaman proklamasi di bawah pohon yang ada di Harian Asia Raja agar tidak ketahuan oleh Jepang. Proklamasi kemerdekaan Indonesia menjadi penanda bahwa bangsa ini sudah merdeka, bebas, dan tak lagi dibelenggu oleh penjajah.

Indonesia saja sudah merdeka. Kamu bagaimana, Sobat Treasury? Sudah “merdeka” dari masalah keuangan. Kalau belum, yuk, segera atur strategi agar bisa bebas finansial. Salah satu caranya agar lekas merdeka secara finansial adalah menghimpun dana darurat.

Kamu bisa berinvestasi agar dana ini bisa terkumpul lebih cepat. Emas bisa dipilih sebagai instrumen investasi. Ada banyak kelebihan emas, misalnya, gampang dijual lagi dan aman dari inflasi.

Kini, emas bisa lebih mudah kamu dapatkan. Sobat Treasury bisa membelinya secara online melalui aplikasi. Aplikasi emas digital seperti Treasury bisa dijadikan pilihan. Di sini harga emas dijual mulai dari Rp5 ribu. Lebih murah dari segelas es kopi kekinian!

 

Banyak keuntungan yang kamu dapatkan investasi emas di Treasury.

Jaminan kepemilikan Logam Mulia di UBS (PT Untung Bersama Sejahtera), sesuai dengan gramasi emas yang Kamu miliki di aplikasi Treasury. Kamu bisa mencetaknya menjadi Logam Mulia (emas fisik) mulai dari 0,1 gram, kapanpun kamu membutuhkan, atau mencairkannya menjadi uang tunai hanya dalam 2x24 jam.

Lebih dari itu, kamu juga bisa mewariskan investasi emas, membuat rencana masa dengan fitur Rencana Emas, transfer emas, serta membeli berbagai koleksi perhiasan terbaru dari UBS Lifestyle. Makanya, download aplikasi Treasury sekarang!