Banyak Undangan Bukber Tapi Dompet Lagi Tiris, Harus Bagaimana, nih?



Ada salah satu tradisi yang banyak dilakukan banyak orang selama bulan Ramadhan. Yaitu, buka puasa bersama (bukber).Momentum buka puasa bersama sering dinanti banyak orang karena bisa berbuka puasa dengan keluarga, rekan, sahabat, ataupun kolega. 

Nggak hanya sekadar seru, buka puasa bersama ini punya banyak manfaatnya. Misalnya, menjalin tali silaturahmi. Banyak orang menjadikan momen buka puasa bersama untuk mempererat tali silaturahmi bersama orang-orang terdekat. Bahkan, bisa menjadi ajang untuk memperluas jaringan. 

Buka puasa bersama turut menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang sudah usang terhadap seseorang. Hubungan yang tegang pun bisa kembali cair dengan canda dan tawa bersama rekan-rekan. 

Orang-orang yang menghadiri buka puasa, berinteraksi satu sama lain, bertukar pikiran, atau meminbcarakan hal lainnya yang membuat beban pikiran seketika hilang. Perasaan bahagia ini bisa menghindarkan kamu dari berbagai penyakit dan membuka peluang usia lebih panjang.

 

Menyiasati Undangan Buka Puasa Bersama di Tengah Keuangan yang Menipis 

Masalahnya, nih, kadang kita sering menerima banyak undangan buka puasa bersama. Padahal, keuangan sedang banyak, nggak hanya untuk buka puasa. Lalu, bagaimana caranya menyiasati undangan bukber agar tidak membuat dompet semakin kembang kempis?

Sobat Treasury, yang pertama kali kita harus lakukan adalah memilih undangan buka puasa. Ketika mendapatkan banyak undangan berbuka puasa, kamu bisa memilih mana yang hendak didahulukan. Untuk menghemat pengeluaran, tentu kita tidak bisa mengiyakan semua undangan buka puasa, kan?

Misalnya, nih, ada undangan berbuka puasa dari alumni SMP, SMA, dan kuliah serta circle kamu. Nah, kamu bisa memilih yang SMP dan SMA karena jarang sekali bertemunya daripada bertemu dengan teman-teman sepermainan.

 

Kedua, memperkirakan jumlah uang yang akan dikeluarkan untuk buka puasa bersama. bisa membuat perkiraan uang yang akan dikeluarkan untuk buka puasa bersama. Misalnya, membuat anggaran Rp150 ribu untuk buka puasa bersama, yaitu Rp100 ribu beli makanan dan Rp50 ribu transportasi. Kalau menghadiri dua acara buka puasa, uang yang harus dipersiapkan sebanyak Rp300 ribu. Seharusnya, dana buka puasa ini disiapkan jauh-jauh hari sebelum bulan Puasa. Persiapan ini bertujuan untuk mencegah pengeluaran berlebihan selama Ramadhan.

 

Ketiga, mencari penghasilan tambahan. Tapi, kalau kamu ingin menghadiri undangan bukber dan posisinya keuangan sedang tiris, Sobat Treasury bisa mencari opsi penghasilan tambahan. Ada banyak cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Misalnya, kamu bisa bekerja sebagai seorang freelancer dan menawarkan keahlianmu di suatu bidang.

Atau, bisa juga mengikuti program referral yang sekarang sedang marak di media sosial. Kamu bisa membagikan link jualan di akun media sosialmu dan mempromosikan dagangannya agar bisa mendapatkan komisi penjualan.


Keempat, menjaga pengeluaran agar tidak melenceng dari rencana. Ketika di lokasi, usahakan membeli makanan di bawah anggaran. Misalnya, anggaranmu sebanyak Rp100 ribu untuk makanan. Nah, kamu bisa membeli makanan dengan harga Rp50 ribu. Sisanya bisa kamu simpan untuk keperluan Ramadhan lainnya. Lebih bagus lagi kalau kamu tabung, Sobat Treasury. Lumayan, kan, ada sisa Rp50 ribu dari anggaran buka puasa bersama. 

Bicara tentang menabung, kamu bisa melirik emas sebagai tabungan. Logam mulia ini terkenal sebagai benda yang tahan karat. Nilainya pun aman dari gerusan inflasi. Harganya juga cenderung stabil dan naik setiap tahun. Emas juga sering menjadi dana darurat karena mudah dijual sewaktu-waktu kamu butuh.

 

Kamu mau investasi emas?

Kini, Sobat Treasury bisa membelinya dengan cukup mudah. Kamu bisa membelinya secara online melalui aplikasi smartphone. 

Treasury menjadi platform yang tepat bagimu untuk investasi emas. Harga logam mulia yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp5 ribu. Ada banyak keuntungan yang ditawarkan Treasury, seperti jaminan kepemilikan emas di PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) sesuai dengan gramasi yang dimiliki dan sudah terdaftar di BAPPEBTI sehingga legalitas dan keamanannya terjamin.  Di samping itu, kamu bisa menjual emas digital kapan pun sedang butuh. Sobat juga mencetaknya menjadi logam mulia batangan.

Menarik banget, kan? Yuk investasi Emas di Treasury sekarang!